PERKEMBANGAN
ANAK –ANAK, REMAJA DAN DEWASA
DEFINISI PERKEMBANGAN
Perkembangan dapat didefinisikan sebagai deretan progresif dari perubahan yang teratur dan koheren.Progresif menandai bahwa perubahannya terarah, membimbing
mereka maju, dan bukan mundur. Teratur dan koheren menunjukan hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dan telah mendahului atau mengikutinya .Ini berarti bahwa perkembangan juga berhubungan dengan
proses belajar terutama mengenai isinya yaitu tentang apa yang akan berkembang berkaitandengan perbuatan belajar. "di samping itu juga bagaimana suatu hal itu dipelajari,apakah melalui memorisasi (menghafal) atau melalui peniruan dan atau denganmenangkap hubungan-hubungan, hal-hal ini semua ikut menentukan proses perkembangan."dapat pula
dapat dikatakan bahwa perkembangan sebagai suatu prosesyang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu
organisasi pada tingkat integrasiyang lebih tinggi terjadi berdasarkan proses
pertumbuhan, kemasakan, dan belajar.jenis-jenis perkembangan manusia meliputi perkembangan fisik (jasmani), perkembangan psikologi, perkembangan kognitif, dan perkembangan bahasa.
FASE-FASE PERKEMBANGAN MANUSIA
Tahap tahap perkembangan manusia memiliki fase yang cukup
panjang.untuk tujuan pengorganisasian dan
pemahaman, kita umumnya
menggambarkan perkembangan dalam pengertian periode atau fase perkembangan. &lasifikasi periode perkembangan yang paling luas digunakan meliputi urutan sebagai berikut'
masa bayi, masa awal anak-anak, masa pertengahan dan
akhir anak-anak,masa remaja (masa awal dan masa
akhir), masa dewasa (masa awal dewasa,
masa pertengahan dewasa dan masa akhir dewasa).
1. MASA BAYI (INFACY)
!alah
periode perkembangan yang merentang dari kelahiran hingga 18 atau24 bulan (0-2 tahun). Masa bayi adalah masa yang sangat
bergantung pada orang dewasa. banyak kegiatan psikologis yang
terjadi hanya sebagai permulaan seperti bahasa, pemikiran simbolis,
koordinasi sensorimotor, dan belajar sosial.Pertumbuhan ini juga bisa dikatakan sebagai bertambahnya atau proses perubahan dari sebelumnya masih seperti biasa menjadi sesuatu yang berkembang, atau juga pertumbuhan ukuran badan atau bagian#bagian yanglainnya
yang diikuti dengan bertambahnya keterampilan dan daya kreatifitas anak sebagai hasil dari suatu perkembangan yang semakin
lama semakin kompleks bagian#bagian tubuh beserta seluruh fungsinya
Perkembangan Fisik
Kenaikan berat badan, pada anak di masa bulan yang pertama,mengalami kenaikan pada berat badannya yang
mencapai seberat 30 gram sehari, namun pada saat si anak mencapai umur
kisaran 6 bulan pertama berat badan
pada si anak akan kembali meningkat sehingga bertambah
menjadi 0,5/kg per setiap bulannya. Pada saat usia si anak mencapai pada
bulan yang ke 5 maka berat pada anak akan meningkat seberat 2 kali lipat dari
berat anak padasaat lahir. Kemudian akan meningkat 0,35-0,5 kg per bulan sampai
pada saatakhir tahun yang pertama. Pada saat menginjak tahun yang ke 2
pertumbuhan berat si anak akan bertambah menjadi 0,2/ kg per bulannya.
·
pada pertumbuhan gigi, umunya diawali dengan pertumbuhan
gigi seri tengah yang pertama tumbuh pada usia (18-16 bulan).kemudian sampaidengan
umur yang mencapai 2 tahun, usia bayi biasanya dapat diukur
secara kasar.
·
Pada mula-mula keadaan tulang belulang bayi belum stabil
atau sekuat sepertikita pada saat sekarang
ini. Seperti yang kita lihat pada bagian
ubun-ubunanak
mula-mula memang terbuka atau belum
terbentuknya tulang tempurungdepan secara
sempurna, namun pada saat usia anak sudah mencapai usia 18 bulan barulah keadaan tempurung depan anak akan tertutup
dengan baik.
·
Pada saat anak baru terlahir ukuran kepala si anak mencapai
35 cm, kemudian bertambah menjadi 1-2 cm setiap bulannya
lalu sampai usia bulan pertama,kemudian
bertambah ukurannya menjadi 5 cm pada masa sisi tahun yang pertama.
·
Pada anak-anak pertumbuhan otot
sangatlah signifikan, oleh karena itu anak membutuhkan protein yang sangat
banyak. Pada bayi lingkaran otot lenganatasnya
sangatlah besar sekitar 10 cm ketika baru lahir, namun
bertambahsehingga menjadi 16 cm pada saat berumur 12 bulan,
tetapi hanya akan bertambah ukuran hanya sebesar 1 cm, pada saat 4 tahun yang
berikutnya.
·
Panjang badan pada saat anak baru lahir
adalah sekitar 50 cm, namun akanmeningkat secara drastis sebesar 50% pada saat akhir tahun
pertama sehingga panjangnya menjadi 75 cm pada tahun kedua akan meningkat menjadi duakali
lipat dari panjang badan yang sebelumnya.
Perkembangan Fisik Bayi
Tumbuh kembangnya anak dari segi sosial dapat
dibagi menjadi 2 yaitu sebagai berikut'
·
Masa bayi
(sosialisasi elementer, pada masa ini anak akan mengalaminyadalam waktu kurang
lebih sekitar umur ) bulan, perkembangannyatergantung dari e4olusi ataupun
perubahannya darikemampuan bawaannya. Seperti
contoh' perilaku yang tidak baik akan mempengaruhi tingkah lakuanak. +emberikan
perhatian dalam segala hal apa pun akan mempermudah pada alat sensorik
maupun motorik emosional dalam bahasa untuk melakukan perkembangan
sosial yang akan lanjut.
·
Masa kanak-kanak, meniru suatu pekerjaan yang dilakukan
orang tunyadapat ia lakukan pada saat si anak mencapai usia sekitar 18 bulan
pertama,namun hal yang ia kerjakan bersifat menentang atau melawan dari
setiapreaksi dengan marah-marah ataupun dengan ribut. +ulainya bersifat
dengantegas dan susah dikendalikan yaitu mulai dirasakan pada saat anak
mulaimenginjak usia sekitar 2 tahun.
Perkembangan Bahasa
Pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kemampuan berbicara
adalahhal yang paling pertama dilakukan oleh sang anak ketika ia masih bayi,
pada saat pertama anak (bayi)
akan menangis apabila ia akan meminta sesuatu, memanggilibunya, ataupun pada
saat ia sedang buang air besar ataupun hal-hal yang lainnya.&emampuan anak
dalam berbicara mengalami perubahan atau melewati fase-fasediantaranya'
·
1 bulan, bayi akan menangis dengan kencangnya jika ingin
meminta sesuatu,apakah ia lapar, haus atau ingin buang air oleh karena itu si
ibu harus bisamengetahui apakah arti dari tangisan anak tersebut.
·
3-6 bulan, bayi sudah dapat mengumpulkan kata#katanya di
dalam hati, dalam tipe lokal seperti bentuk kicauan burung.
·
6-8 bulan, anak akan memadukan beberapa unsur
bunyi#bunyian yang iadengar dan akan ia adopsi menjadi sebuah maksud yang akan
terselubungmemiliki arti tersendiri, namun akan mempunyai maksud yang tertentu.
Tetapisi anak belum mampu untuk berbicara.
·
10-12 bulan, sudah dapat berbicara, namun hanya bisa menggunakan
kata katayang sering ia dengar dan dapat ia katakan dengan tidak lancar yaitu
kata mama, papa.
·
18 bulan, bahasa bayi dapat mencakup kosakata
sekitar 300 kata hal inimembuktikan bahwa
kemampuan anak dalam mengingat danmengaplikasikannya sangatlah baik.
·
2 tahun, pada saat umur anak 2 tahun ini anak akan mampu
menyambung sekitar 2 atau kata, yang
akan ia kombinasikan antara kata sifat dengan kata keterangan.
Perkembangan Motorik
Contoh, yang paling nyata dari tumbuh kembang anak
dari segimotoriknya adalah bergerak, dalam aktifitas sehari-hari anak akan melakukangerakan yang
akan memanfaatkan semua anggota badannya, hal ini akanmenunjukkan suatu bentuk
kemajuan motorik kasar pada si anak, beserta gerakmotorik halus. 3erakan
gerakan ini menyebabkan anak pada saat usia seperti inisangat banyak melakukan
aktifitas untuk bermain oleh sebab itu dikatakan jugamasa pra sekolah atau
disebut masa bermain.
·
Gerakan mata, pada saat dimasa anak berusia 2 bulan ia akan
mampu menolehuntuk melihat benda-benda yang ada disekitarnya dengan
menoleh kekiri atau kekanan. Kemudian di usia 4 bulan akan mampu mengontrol
gerakan matadengan lebih baik.
·
Mengangkat kepala, pada usia anak ketika mencapai usia 6 bulan anak akanmencoba mengangkat
bagian tubuhnya yaitu pada bagian kepala.
·
Gerakan tangan dan lengan, masa menjangkau benda sudah dapat
dilakukananak pada saat usia 4 bulan, usia 6 bulan anak akan mampu menggapai
serta mengambil benda-benda, dan mampu memukul-mukul sesuatu bahkanmelemparkan
sesuatu kepada orang lain, di masanya yang ke 6 bulan bayiakan mampu untuk
menjemput ataupun ia akan mampu memetik.
·
Duduk, ini akan terjadi pada saat usia 6-7 bulan.
·
Merangkak, 6-8 bulan
anak akan belajar merangkak , sekitar usia 9-11 bulan akan bisa melakukannya
dengan sangat baik.
·
Berdiri,
usia 10
bulan anak
akan mampu berdiri dengan bertumpu pada benda- benda tertentu. Barulah mampu berdiri tanpa bantuan
apa pun.
·
Berjalan,
15-18 bulan anak akan mampu berjalan
dengan baik diawali denganmerangkak kemudian berdiri dan berjalan dengan
bertumpu pada tembok barukemudian mampu berjalan dengan sempurna.3ambar'
Perkembangan motorik anak dari merangkak hingga berjalan
Perkembangan Intelektual
Hal ini akan berpengaruh besar dari lingkungannya, tetapi
jugadipengaruhi dari kemampuannya yang sudah ada pada anak tersebut
sejak lahir,yang kemudian akan diasah dan akan menjadi baik
intelektualnya.
Perkembangan Moral
Yang mempengaruhi adalah keluarga. Hal
ini bisa terwujud apabila'
·
Anak mampu berfikir tentang aturan menyangkut etika.
·
Perilaku anak sesuai lingkungan moral.
·
Anak akan berdosa apabila melakukan sesuatu yang ia langgar.
MASA REMAJA ( ADOLESCENCE)
Merupakan suatu
periode transisi dari masa awal anak anak hingga masaawal dewasa, yang dimasuki
pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa
remaja bermula pada perubahan fisikyang cepat, pertambahan berat dan tinggi
badan yang dramatis, perubahan bentuktubuh, dan perkembangan karakteristik
seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang
dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian
kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis,abstrak, dan
idealistis) dan semakin banyak menghabiskan
waktu di luar keluarga.
Perkembangan Fisik
Perubahan yang nampak jelas pada masa
remaja adalah perubahan fisik.Cisik atau badan mengalami pertumbuhan yang
sangat cepat sehingga mencapaiukuran fisik orang dewasa. Perkembangan alat
reproduksi yang ditandai denganmunculnya cirri-ciri perkembangan seks skunder
dan ciri-ciri seks primer.
·
Ciri-ciri seks sekunder. Pada pria ditandai dengan
tumbuhnya rambut-rambut pubik disekitar kemaluan dan ketiak, terjadi perubahan
suara menjadi besar, tumbuh kumis dan jakun. Pada wanita ditandai
dengan tumbuhnya rambut-rambut halus pada daerah sekitar kemaluan dan ketiak,
menambah besarnya payudara, bertambah besarnya pinggul.
·
Ciri-ciri seks primer. Pada remaja pria ditandai dengan
sangat cepatnya pertumbuhan statis pada tahun pertama dan kedua, kemudian
pada tahun berikutnya tumbuh lebih lambat hingga mencapai ukuran orang
dewasa padausia 20 atau 21 tahun.
Matangya organ seks sehingga memungkinkan bagiremaja pria usia 14 atau 15 tahun untuk mengalami mimpi basah.
Pada remaja wanita ditandai dengan tumbuhnya rahim,vagina,dan ovarium (indug
telur) Ovarium menghasilkan ovum dan
mengeluarkan hormon-hormon yangdiperlukan untuk kehamilan, haid, dan
perkembangan seks skunder. Pada usia14 atau 15 tahun haid pertama ditandai dengan
pusing kepala, sakit pinggang,kejang, lelah, depresi dan mudah tersinggung.
Perkembangan Psikologis
·
Meningginya
dorongan perasaan kaku atau ego sehingga cenderungmenentang otoritas,
senang protes, membangkang, mengkritik, egois danegsentris.
·
Emosi
mudah meluap, perasaan diri merasa “super”.
·
Konflik
emosional, suasana hati mudah berubah.
·
Mencari identitas atau mencari jati diri, senang tampil
beda, suka mode, mulai merokok, suka kebut- kebutan, membual, berpetualang.
·
Meningkatnya fungsi kognisi, masa ingin tahu yang
besar, idealisme tinggi.
·
Ketertarikan terhadap lawan jenis.
·
Kebutuhan
narsistik ( cinta pada diri sendiri).
Perkembangan Kognitif
Perkembangan intelektual atau kognitif pada remaja dimulai
sejak usia 11atau 12 tahun. Remaja tidak lagi terikat
pada realitas fisik yang konkrit. Mereka mulai memahami hal-hal yang bersifat
hipotesis serta abstrak dari sebuah realitas. Bagaimana dunia ini tersusun tidak
lagi dilihat sebagai satu-satunya alternatif yang mungkin terjadi, misalnya
aturan-aturan dari orang tua, status remaja dalamkelompok sebayanya dan aturan-aturan
yang diterapkan padanya tidak lagidipandang sebagai hal-hal yang mungkin
berubah. Kemampuan berpikir yang baru ini memungkinkan mereka untuk
berpikir secara abstrak, hipotesis dankontekstual yang akan memberikan peluang
pada individu untuk mengimajinasikan kemungkinan lain untuk segala hal.
Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam
hubungansosial atau proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-normakelompok,
moral, dan tradisi, meleburkan diri menjadi satu kesatuan, saling dankerja
sama. Aspek ini meliputi kepercayaan kepada diri sendiri, berpandanganobjektif,
keberanian menghadapi orang lain, dan lain-lain. Pada masa remaja, orang mulai
memahami orang lain sebagai indi4iduyang memiliki sifat dan kepribadian
yang unik sehingga mendorong mereka untuk mengadakan interaksi sosial
dengan teman sebaya juga lingkungannya baik itu berupa persahabatan maupun
percintaan. Pada usia remaja, orang cenderungmenyerah dan mudah mengikuti
opini, pendapat, kebiasaan, dan kegemaran oranglain. Ada lingkungan remaja
yang penuh dengan perilaku yang baik seperti taat beribadah, berbudi
pekerti luhur dan lain-lain. Ada juga lingkungan remaja yang penuh
dengan perilaku yang buruk seperti free seks, narkotika dan
lainsebagainya. Aemaja harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan
sosialyang tepat dalam kata lain kemampuan untuk mereaksi secara tepat terhadap
realitas sosial, situasi dan relasi baik dilingkungan keluarga, sekolah
maupunmasyarakat.
Diantara
cirri-ciri penyesuaian sosial remaja adalah:
Lingkungan
keluarga
·
Menjalin
hubungan yang baik dengan orang tua dan saudaranya.
·
Menerima
otoritas orang tua menaati peraturan orang tua.
·
Menerima
tanggung jawab dan batasan (norma) keluarga.
·
Berusaha
membantu anggaran kalau sebagai individu atau kelompok.
Lingkungan
sekolah
·
Bersikap
respek dan mentaati aturan.
·
Berpartisipasi
dalam kegiatan-kegiatan sekolah.
·
Menjalin persahabatan dengan teman sebaya.
·
Hormat kepada guru, pemimpin sekolah atau staf lainnya.
·
Berprestasi
di sekolah.
Lingkungan
masyarakat
·
Aspek terhadap hak-hak orang lain.
·
Menjalin dan memelihara hubungan dengan teman sebaya atau
orang lain
·
Bersikap
simpati dan menghormati kesejahteraan orang lain.
·
Aspek terhadap hukum, tradisi dab kebijakan masyarakat.
Perkembangan Emosi
Perkembangan emosi berjalan konstan kecuali pada masa remaja
awal (13-14
tahun) dan
remaja tengah (15-16
tahun). Masa remaja awal ditandai dengan
keceriaan dan optimisme dalam hidupnya dan diselingi dengan
kebingungandalam menhadapi perubahan-perubahan dalam dirinya. Pada masa remaja
tengankesenangan dan kesedihan datang silih berganti, kegembiraan berganti
dengankedukaan, rasa akrab berganti dengan kerenggangan dan permusuhan. 3ejolak
ini berakhir pada masa remaja akhir (18-21 tahun).
Jika pada masa remaja tengah ia terombang ambing dalam sikap
mendua(ambivalensi), pada masa remaja akhir ia telah
memiliki pendirian, sikap yangrelatif mapan. Mencari kematangan emosional bagi
remaja merupakan tugas yangsangat sulit karena hal itu sangat dipengaruhi oleh
kondisi sosio emosionallingkungannya terutama lingkungan teman sebaya dan
keluarga.
Lingkungan emosional yang baik,
cenderung akan akan dapat mencapaikematangan emosional yang baik, seperti
adolesensi emosi (cinta, kasih, simpati,ramah)
mengendalikan emosi (tidak mudah tersinggung, tidak agresif, optimis dandaat
menghadapi situsai fustasi secara wajar). sebaliknya
jika remaja tumbuh dalam lingkungan emosional yang kurang baik maka hal itu
akan menimbulka nsikap agresif (melawan, keras kepala, bertengkar, berkelahi
dan senang menggangu) melarikan diri dari kenyataan
(melamun, pendiam, suka menyendiri,meminum miras, dan narkoba).
A. ciri-ciri
remaja 12 sampai 15 tahun
secara emosi:
·
Kemauannya tidak dapat diterka.
·
Bertingkah
laku kasar untuk menutupi kekurangannya.
·
Cenderung
tidak toleran dan egois.
·
Mulai
mengamati orang tua dan gurunyasecara objektif
B. Ciri ciri
remaja usia 15 sampai 18 tahun
secara emosi :
·
Pemberontakan remaja mulai
mengeluarkan ekspresinya.
·
Sering
mengalami konflik dengan orang tua.
·
Sering
melamun memikirkan masa depan.
Perkembangan
Bahasa
Perkembangan bahasa pada fase remaja
adalah perkembangan bahasa komunikasi, baik itu komunikasi secara bahasa lisan
maupun komunikas imenggunakan bahasa isyarat. Bahasa yang
berkembang pada masa remaja lebihterarah kepada bahasa - bahasa yang banyak
dipergunakan dalam pergaulandengan tema sebayanya sehingga pembendaharaan
bahasanya sangat banyak.Pada masa remaja akhir remaja akan memilih satu bahasa
asing tertentu,menggemari literatur yang mengandung filosofis, etnis dan
religius, penggunaan bahasa - bahasa ilmiah mulai tumbuh sehingga bisa diajak
berdialog sepertiseorang ilmuan.
PERKEMBANGAN DEWASA
A.
Perkembangan Fisik
Dilihat dari aspek perkembangan fisik, pada awal masa
dewasa kemampuan fisik mencapai puncaknya, dan sekaligus mengalami masa
penurunan. Adapun beberapa gejala penting dari perkembangan fisik yang terjadi
selama masa dewasa, antara lain kesehatan badan, sensor dan perseptual, serta
otak.
Dewasa
awal adalah masa dimana seluruh potensi sebagai manusia berada pada puncak
perkembangan baik fisik maupun psikis. Masa yang memiliki rentang waktu antara
20 – 40 tahun adalah masa-masa pengoptimalan potensi yang ada pada diri
individu. Jika masa ini bermasalah, akan mempengaruhi bahkan kemungkinan
individu mengalami masalah yang paling serius pada masa selanjutnya.Ada 3 masa
dewasa awal menjadi, yaitu masa pembentukan (20
– 30 tahun) dengan tugas perkembangan mulai memisahkan diri dari orang tua,
membentuk keluarga baru dengan pernikahan dan mengembangkan persahabatan.
Masa konsolidasi (30 – 40 tahun), yaitu masa
konsolidasi karir dan memperkuat ikatan perkawinan. Masa transisisi (sekitar usia 40 tahun), merupakan masa
meninggalkan kesibukan pekerjan dan melakukan evaluasi terhadap hal yang telah
diperoleh.
1. Kesehatan badan.
Bagi kebanyakan orang, awal masa dewasa ditandai dengan
memuncaknya kemampuan dan kesehatan fisik. Mulai dari usia sekitar 18-25 tahun,
individu memiliki kekuatan yang terbesar, gerak-gerak refleks mereka sangat
cepat. Demikian juga dengan kemampuan reproduksi mereka. Meskipun pada masa ini
kondisi kesehatan fisik mencapai puncak, namun selama periode ini mereka juga
mengalami penurunan keadaan fisik. Sejak usia 25 tahun, perubahan-perubahan
fisik mulai terlihat. Perubahan-perubahan ini sebagian besar bersifat
kuantitatif daripada kualitatif. Secara berangsur-angsur, kekuatan fisik
mengalami kemunduran, sehingga lebih mudah terserang penyakit.
Bagi wanita, perubahan biologis yang utama terjadi selama
masa pertengahan dewasa adalah perubahan dalam hal kemampuan reproduksi,
menopause, dan hilangnya kesuburan. Bagi laki-laki, proses penuaan selama masa
pertengahan dewasa tidak begitu kentara, karena tidak ada tanda-tanda
fisiologis dari peningkatan usia seperti berhentinya haid pada perempuan.
2. Perkembangan sensori.
Pada awal masa dewasa, penurunan fungsi penglihatan dan pendengaran
mungkin belum begitu kentara. Pada masa dewasa akhir barulah terlihat adanya
perubahan-perubahan sensori fisik dari panca inderanya.
3. Perkembangan otak.
Mulai masa dewasa awal, sel-sel otak juga berangsur-angsur
berkurang. Akan tetapi, perkembangbiakan koneksi neural, khususnya bagi
orang-orang yang tetap aktif, membantu mengganti sel-sel yang hilang.
B.
Perkembangan
Kognitif
Pertanyaan yang paling banyak menimbulkan kontroversi dalam
studi tentang perkembangan rentang hidup manusia adalah apakah kemampuan
kognitif orang dewasa paralel dengan penurunan kemampuan fisik. Pada umumnya,
orang percaya bahwa proses kognitif -- belajar, memori, dan inteligensi
mengalami kemerosotan bersamaan dengan terus berkembangnya usia. Bahkan, ada
yang menyimpulkan bahwa usia terkait dengan penurunan proses kognitif ini juga
tercermin dalam masyarakat ilmiah. Akan tetapi, belakangan ini sejumlah hasil
penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan tentang terjadinya kemerosotan proses
kognitif bersamaan dengan penurunan kemampuan fisik, sebenarnya hanyalah salah
satu stereotip budaya yang meresap dalam diri kita.
1. Perkembangan
pemikiran postformal.
Sejumlah ahli perkembangan percaya bahwa pada masa dewasa,
individu-individu menata pemikiran operasional mereka. Mereka mungkin
merencanakan dan membuat hipotesis tentang masalah-masalah seperti remaja,
tetapi mereka menjadi sistematis ketika mendekati masalah sebagai orang dewasa.
D.P. Keating, penulis buku "Adolescent Thinking", mengatakan bahwa
ketika orang dewasa lebih mampu menyusun hipotesis daripada remaja dan
menurunkan suatu pemecahan masalah dari suatu permasalahan, banyak orang dewasa
yang tidak menggunakan pemikiran operasional formal sama sekali. Sementara itu,
Gisela Labouvie-Vief (dalam buku "Understanding Human Behavior",
karya McConnell dan Philipchalk), menyatakan bahwa pemikiran dewasa muda
menunjukkan suatu perubahan yang signifikan. Pemikiran orang dewasa muda
menjadi lebih konkret dan pragmatis.
Secara umum, orang dewasa lebih maju dalam penggunaan
intelektualitas. Pada masa dewasa awal misalnya, orang biasanya berubah dari
mencari pengetahuan menjadi menerapkan pengetahuan, yakni menerapkan apa yang
diketahuinya untuk mencapai jenjang karier dan membentuk keluarga. Akan tetapi,
tidak semua perubahan kognitif pada masa dewasa mengarah pada peningkatan
potensi. Bahkan, kadang-kadang beberapa kemampuan kognitif mengalami
kemerosotan seiring dengan pertambahan usia. Meskipun demikian, sejumlah ahli
percaya bahwa kemunduran keterampilan kognitif yang terjadi, terutama pada masa
dewasa akhir, dapat ditingkatkan kembali melalui serangkaian pelatihan.
2. Perkembangan memori.
Salah satu karakteristik yang paling sering dihubungkan
dengan orang dewasa dan usia tua adalah penurunan dalam daya ingat. Namun,
sejumlah bukti menunjukkan bahwa perubahan memori bukanlah sesuatu yang pasti
terjadi sebagai bagian dari proses penuaan, melainkan lebih merupakan stereotip
budaya.
3. Perkembangan
inteligensi.
Suatu mitos yang bertahan hingga sekarang adalah bahwa
menjadi tua berarti mengalami kemunduran intelektual. Mitos ini diperkuat oleh
sejumlah peneliti awal yang berpendapat bahwa seiring dengan proses penuaan
selama masa dewasa, terjadi kemunduran dalam inteligensi umum. Hampir semua
studi menunjukkan bahwa setelah mencapai puncaknya pada usia 18 dan 25 tahun,
kebanyakan kemampuan manusia terus-menerus mengalami kemunduran. Witherington
dalam bukunya, "Educational Psychology", menyebutkan 3 faktor
penyebab terjadinya kemunduran kemampuan belajar dewasa.
a. Ketiadaan kapasitas dasar.
Orang dewasa tidak akan memiliki kemampuan belajar bila
pada usia mudanya juga tidak memiliki kemampuan belajar yang memadai.
b. Terlampau lamanya tidak melakukan aktivitas-aktivitas
yang bersifat intelektual.
Orang-orang yang sudah berhenti membaca bacaan-bacaan yang
"berat" dan berhenti melakukan pekerjaan intelektual, akan terlihat
bodoh dan tidak mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan semacam itu.
c. Faktor budaya.
Faktor yang dimaksud terutama dengan cara-cara seseorang
memberikan sambutan, seperti kebiasaan, cita-cita, sikap, dan
prasangka-prasangka yang telah mengakar, sehingga setiap usaha untuk
mempelajari cara sambutan yang baru akan mendapat tantangan yang kuat.
C.
Perkembangan
Psikososial
Selama masa dewasa, dunia sosial dan personal dari individu
menjadi lebih luas dan kompleks dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Pada
masa dewasa, individu memasuki peran kehidupan yang lebih luas. Pola dan
tingkah laku sosial orang dewasa berbeda dalam beberapa hal dari orang yang
lebih muda. Perbedaan-perbedaan tersebut tidak disebabkan oleh
peristiwa-peristiwa kehidupan yang dihubungkan dengan keluarga dan pekerjaan.
Selama periode ini, orang melibatkan diri secara khusus dalam karier,
pernikahan, dan hidup berkeluarga. Menurut E.H. Erikson, penulis buku "Identity:
Youth and Crisis", perkembangan psikososial selama masa dewasa ditandai
dengan tiga gejala penting, yaitu keintiman, generatif, dan integritas.
1. Perkembangan
keintiman.
Keintiman dapat diartikan sebagai suatu kemampuan
memerhatikan orang lain dan membagi pengalaman dengan mereka. Menurut Erikson,
pembentukan hubungan intim ini merupakan tantangan utama yang dihadapi oleh
orang yang memasuki masa dewasa. Pada masa dewasa awal, orang-orang sudah siap
dan ingin menyatukan identitasnya dengan orang lain. Mereka mendambakan
hubungan yang intim/akrab, dilandasi rasa persaudaraan, serta siap
mengembangkan daya-daya yang dibutuhkan untuk memenuhi komitmen-komitmen ini,
sekalipun mereka mungkin harus berkorban.
2. Nilai-nilai cinta.
Selama tahap perkembangan keintiman ini, nilai-nilai cinta
muncul. John W Santrock, penulis buku "Child Development",
mengklasifikasikan cinta menjadi 4: altruisme, persahabatan, cinta yang
romantis/bergairah, dan cinta yang penuh perasaan/persahabatan. Perasaan cinta
pada masa ini lebih dari sekadar gairah/romantisme, melainkan suatu afeksi --
cinta yang penuh perasaan dan kasih sayang. Cinta pada orang dewasa diungkapkan
dalam bentuk kepedulian terhadap orang lain. Orang-orang dewasa awal lebih
mampu melibatkan diri dalam hubungan bersama -- hubungan saling berbagi hidup
dengan orang lain yang intim.
3. Pernikahan dan
keluarga.
Dalam pandangan Erikson, keintiman biasanya menuntut
perkembangan seksual yang mengarah pada perkembangan hubungan seksual dengan
lawan jenis yang ia cintai, yang dipandang sebagai teman berbagi suka dan duka.
Ini berarti bahwa hubungan intim yang terbentuk akan mendorong orang dewasa
awal untuk mengembangkan genitalitas seksual yang sesungguhnya dalam hubungan
timbal balik dengan mitra yang dicintai. Kehidupan seks dalam tahap-tahap
perkembangan sebelumnya terbatas pada penemuan identitas seksual dan perjuangan
menjalin hubungan-hubungan akrab yang bersifat sementara. Agar memiliki arti
sosial yang menetap, maka organ genitalia membutuhkan seseorang yang dicintai
dan dapat diajak melakukan hubungan seksual, serta dapat berbagi rasa dalam
suatu hubungan kepercayaan. Di hampir setiap masyarakat, hubungan seksual dan
keintiman pada masa dewasa awal ini diperoleh melalui lembaga pernikahan.
4. Perkembangan generativitas.
Generativitas adalah tahap perkembangan psikososial yang
dialami individu selama pertengahan masa dewasa. Ciri utama tahap generativitas
adalah perhatian terhadap apa yang dihasilkan dan pembentukan, serta penetapan
garis-garis pedoman untuk generasi mendatang. Transmisi nilai-nilai sosial ini
diperlukan untuk memperkaya aspek psikoseksual dan aspek psikososial
kepribadian. Apabila generativitas lemah atau tidak diungkapkan, maka
kepribadian akan mundur, mengalami pemiskinan, dan stagnasi.
5. Perkembangan
integritas.
Integritas merupakan tahap perkembangan psikososial Erikson
yang terakhir. Integritas paling tepat dilukiskan sebagai suatu keadaan yang
dicapai seseorang setelah memelihara benda-benda, orang-orang, produk-produk,
dan ide-ide, kemudian menyesuaikan diri dengan berbagai keberhasilan dan
kegagalan dalam kehidupannya. Tahap ini dimulai kira-kira pada usia 65 tahun.
Masa dewasa adalah masa yang sangat panjang (20 – 40
tahun), dimana sumber potensi dan kemampuan bertumpu pada usia ini. Masa ini
adalah peralihan dari masa remaja yang masih dalam ketergantungan menuju masa
dewasa, yang menuntut kemandirian dan diujung fase ini adalah fase dewasa
akhir, dimana kemampuan sedikit demi sedikit akan berkurang. Sehingga masa
dewasa awal adalah masa yang paling penting dalam hidup seseorang dalam masa
penitian karir/pekerjaan/sumber penghasilan yang tetap.
Masa
ini juga adalah masa dimana kematangan emosi memegang peranan penting.
Seseorang yang ada pada masa ini, harus bisa menempatkan dirinya pada situasi
yang berbeda; problem rumah tangga, masalah pekerjaan, pengasuhan anak, hidup
berkeluarga, menjadi warga masyarakat, pemimpin, suami/istri membutuhkan
kestabilan emosi yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar